Senin, 22 Desember 2008
Bunda
Sembilan bulan kau mengandungku
Selama itu pula, kau bawa aku kemanapun kau pergi
Tanpa ada beban di hatimu
Bunda...
Empat belas tahun sudah berlalu
Kau curahkan kasih sayangmu padaku
Kau didik aku, dan kau lindungi aku
Bunda...
Ingin aku membahagiakanmu
Ingin ku membanggakanmu
Namun, mengapa slalu kecewa yang kuber?
Mengapa slalu kesedihan yang kau dapat?
Bunda...
Maafkan segala kesalahnku
Janganlah kau menangis untukku
Air matamu terlalu berharga untuk itu
Karena aku adalah anak durhaka
Bunda...
Satu hal yang harus kau tau
Tiga kata yang ingin kuucapkan untukmu
Aku sayang padamu
Bunda...
NOTE: Q Persembahkan puisi ini untuk ibuku tersayang di Hari Ibu
Luph U mom...
Wiah U all de best..
thanx 4 everithing u've given 2 me...
3 1/2 Tahun
31/2 Tahun
Pertama kali di tempat yang baru kupijak
Kepercayaan dan rasa persahabatan tumbuh
Tertanam dalam sudut hatiku dan mekar slama 31/2 tahun
Aku slalu sayang padamu
Namamu sudah lekat dalam hatiku
Ku harap kita adalah satu slamanya
31/2 tahun waktu yang cukup
Mengerti, membenci, dan sgalanya
Aku, kamu, tahu itu
Di tahun 31/2 hanya serpihan kertas
Waktuku berjalan terus dan terus
Hatiku tlah kau pateri
Berhenti dan ingin berjalan menuju masa lampau
Saat ini kita jauh, tak bersama lagi
Pakah kita musuh?
Ataukah masih ada tempat?
Walau hanya satu, jangan kau hapus jiwaku
Meski 31/2 tahun hanya itu, dan kan layu
Dirimu dan sgalanya yang kau punya
Amat ku sayangi dan tak ku lepas
Tetap ada tempat untuk dirimu
Puisi ini kubuat hanya untuk dirimu,Tan. Sahabatku yang slalu mengerti aku.Aku slalu menunggumu.Menanti sgala yang kau punya
Kau sahabatku, dan aku slalu menunggumu
Walau mungkin tak seperti
Dulu lagi. Ada rasa hampa yang slalu mengiringi kisah hidupku sejak kau tak pernah muncul dalam kehidupan ku.
Note: Puisi ini ku buat saat sahabat yang sangat aku sayangi begitu membenciku. Dengan mudah dia mampu melontarkan kata-kata yang menyakitkan hatiku. Karena salah yang tak pernah ingin sengaja ku buat. Entah berapa lama baru dia mau biacara padaku, dan aku tak tau apakah aku masih sahabat baginya. Tapi bagiku, dia sahabatku.
